Produk Organik

Apa Arti Produk Organik (Organic Food)?

Jika kalian termasuk dalam manusia yang peduli dengan kesehatan, pasti sudah tidak asing dengan istilah produk atau makanan organik. Tapi saya yakin banyak diantara kita yang sebenarnya tidak faham apa sebenarnya arti dari produk "organic" tersebut.

Banyak yang secara sederhana mendefinisikan bahwa produk "organic" adalah produk-produk yang dihasilkan tanpa campur tangan bahan-bahan kimia dan buatan yang dihasilkan oleh peternakan/pertanian organik, misalnya sayuran organik, beras organik, pakan organik dan sebagainya.

Tidak ada yang salah dengan definisi diatas, namun ada baiknya jika anda lebih mendalami apa sih arti "organic" yang sebenarnya, agar suatu produk pertanian dan peternakan bisa menyandang status organik. Berikut ini ada beberapa syarat dan kriteria yang harus dipenuhi oleh petani dan peternak agar produknya mendapatkan label organik yang sah.

Ditinjau dari hal umum :

1. Tidak menggunakan bahan-bahan sintetik

Banyak sekali makanan dan minuman yang beredar di pasaran menggunakan bahan-bahan sintetik, kita juga tidak bisa menghindari hal tersebut. Untuk petani yang menghasilkan produk organik, bahan sintetik atau buatan merupakan suatu hal yang tabu, tetapi dalam prakteknya hal ini tentu sulit diwujudkan, karena bagaimanapun juga bahan-bahan sintetik tetap dibutuhkan dalam dunia pertanian. Oleh karena itu ada beberapa bahan sintetik yang boleh digunakan dalam pertanian organik ceksini

2. Tidak ada Genetically Modified Organisms (GMOs) / Modifikasi genetik

Sebenarnya ini masih rancu, menurut aturan tidak diperbolehkan menggunakan GMO atau modifikasi/penambahan gen pada tanaman atau ternak dari gen spesies lain. Tapi pada petani organik, banyak tanaman yang merupakan hasil dari modifikasi genetik yang menggunakan bahan kimia maupun radiasi. Banyak ilmuan yang berpendapat bahwa tidak semua rekayasa genetik adalah GMOs, ada banyak produk pertanian yang berasal dari hasil rekayasa genetik, tetapi tidak termasuk dalam GMOs.

3. Tidak menghasilkan limbah

Petani organik sebaiknya tidak menghasilkan limbah berbahaya, untuk peternak biasanya limbah diolah menjadi pupuk dan sebagainya.

4. Tidak ada radiasi

Iradiasi atau pemaparan radiasi pada makanan sebenarnya memiliki beberapa efek positif, misalnya untuk mencegah berkembangnya bakteri penyebab penyakit, sterilisasi, dan pengendalian hama. Namun pada produk organik untuk pertanian dan peternakan radiasi tidak diperbolehkan.

 

Ditinjau dari sisi pertanian :

1. Pupuk

Pada dunia pertanian saat ini, penggunaan pupuk sintetik sudah menjadi hal yang lumrah. Pupuk-pupuk ini memang dapat menyuburkan tanah secara instant, tapi memiliki efek jangka panjang yang buruk. Penggunaan nitrogen sintetik juga mengandung banyak garam yang merupakan masalah besar pada kesehatan tanah. Petani organik harus menggunakan Pupuk Organik yang tidak merusak unsur hara dan tanah.

Pupuk Organik Subur Ijo

2. Rotasi Tanaman

Petani organik juga harus melakukan rotasi tanaman, artinya tiap musim tidak menanam jenis tanaman yang sama, misalnya tahun ini menanam jagung, maka tahun depan bisa menanam kedelai, tahun berikutnya bisa menanam cabai, begitu seterusnya. Rotasi tanaman berfungsi untuk menjaga kondisi tanah, juga bisa untuk memutus rantai hama tikus dan sebagai keanekaragaman tanaman.

3. Pengendalian hama dan gulma

Kebanyakan petani non-organik menggunakan pestisida kimia sebagai pembasmi hama dan gulma, namun ada juga pestisida yang boleh digunakan oleh petani organik yang memang diperbolehkan seperti tembaga dan sulfur juga minyak. Pestisida organik cenderung lebih aman dari pestisida kimia. Petani organik yang benar-benar organik biasanya menggunakan cara seperti membajak tanah, penyiangan, perangkap feromon atau menyediakan habitat khusus untuk hama, dengan cara ini produk pertanian organik akan sedikit sekali mengandung residu pestisida.

 

Ditinjau dari sisi peternakan :

1. Pakan Organik

Untuk menghasilkan produk peternakan organik tentu harus didukung dengan pakan-pakan organik seperti jagung yang ditanam di pertanian organik dan sebagainya.

2. Pasture (Padang Rumput)

Pada ternak ruminansia misalnya sapi dan kambing domba, hewan harus digembalakan minimal 120 hari di padang rumput dalam 1 tahun.

3. Akses Keluar

Pada ternak seperti ayam, bebek, babi. Hewan ini juga tidak melulu diternak di dalam kandang, sesekali hewan ini harus berada di luar kandang.

4. Tidak menggunakan antibiotik dan hormon pertumbuhan

Peternak organik dilarang menggunakan antibiotik dan hormon pertumbuhan (mis. Bovine Growth Hormone atau rBGH). Namun dalam prakteknya di lapangan banyak peternak yang menggunakan antibiotik jika si ternak sakit, jika begini sebenarnya bukan termasuk ternak organik lagi. Organik sendiri bertujuan untuk mengelola sistem biologis yang berarti petani/peternak harus mengetahui pengaruh mereka dalam level ekosistem dengan mengatur hama dan siklus nutrien dengan menciptakan habitat pada tanah dan lahan, selain itu petani/peternak organik juga harus menghindari penggunaan bahan kimia sintetik karena dapat merusak ekosistem.


Referensi

https://en.wikipedia.org/wiki/organic_food

https://en.wikipedia.org/wiki/Genetically_modified_organism

https://id.wikipedia.org/wiki/Iradiasi

http://www.sustainabletable.org/797/rbgh

http://www.ecfr.gov/cgi-bin/text-idx?c=ecfr&SID=9874504b6f1025eb0e6b67cadf9d3b40&rgn=div6&view=text&node=7:3.1.1.9.32.7&idno=7#sg7.3.205.g.sg0