Hydroseeding

Revegetasi pada areal lereng dengan teknik Hydroseeding

Hydroseeding berasal dari kata hydro dan seeding yang berarti campuran antara air dan bibit yang dikombinasikan sedemikian rupa sehingga tercipta formula yang berguna dalam revegetasi pada lahan yang rusak. Larutan ini diangkut dalam sebuah tangki, baik truk atau trailer dan siap disemprotkan di atas tanah dengan lapisan yang relatif rata dan seragam. Mulsa dalam campuran membantu mempertahankan tingkat kelembaban bagi benih dan anakan. Teknik ini memacu perkecambahan lebih cepat, penutupan tanah yang lebih luas dan mengurangi erosi tanah. Metode ini adalah alternatif dari metode tradisional menabur biji kering.

Tehnik Hydroseeding berawal dari negara Amerika Serikat sebagai solusi atas permasalahan penanaman secara manual yang memakan waktu sangat lama dalam proses penanaman tumbuhan yang umumnya dilakukan pada areal lahan yang luas. Tehnik Hydroseeding terus berkembang hingga sampai di dataran Inggris pada awal tahun 1960 dan menyebar di Eropa secara cepat. Dewasa ini Hydroseeding umumnya dilakukan pada areal lahan bekas pertambangan yang mempunyai lapisan top soil yang buruk dengan tidak adanya kandungan unsur hara sehingga mempengaruhi sedimentasi tanah.

 

Keuntungan Menggunakan Teknik Hydroseeding

  1. Aplikasi hydroseeding dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat untuk areal yang relatif luas.
  2. Hydroseeding efektif untuk areal lereng (dan areal yang tidak terjangkau tenaga manusia) dan membantu mengontrol/ meminimalisir laju erosi.
  3. Tingkat perkecambahan benih lebih tinggi dan waktunya lebih cepat. Serat mulsa membantu mempercepat proses perkecambahan dengan mempertahankan tingkat kelembaban benih.